Berdasarkan log penyelesaian integrasi Velxio dan dokumen sebelumnya, berikut adalah daftar sisa pekerjaan (TODO) proyek. Terakhir diperbarui: 2026-04-10.
## ✅ Sudah Selesai
- [x]**Verifikasi Penamaan Pin (Pin Naming)**
- Diverifikasi dari `velxio/frontend/src/data/examples.ts` — konvensi pin sudah benar.
- Script Locust sudah disiapkan (di dalam `load-test/`).
- Bug pada proxy JSON parsing dari frontend ke backend sudah diperbaiki dengan `force=True` dan `silent=True` di `auth.py`, sehingga Login via test suite berhasil.
- Melakukan *fine-tuning* pada opacity warna dan pola garis *dashed* pada crosshair UI di Velxio agar lebih responsif terhadap device layar sentuh saat dipakai *live*.
## 🟢 Prioritas Rendah (Enhancement Simulator Velxio)
- [ ]**Mengunci Tata Letak (Component Locking)**
- Menonaktifkan fitur *drag* atau *delete* komponen pada tampilan *embed*, sehingga siswa hanya difokuskan pada kegiatan menarik (*wiring*) kabel saja tanpa mengganggu tatanan dasar board.
- [ ]**Solution Overlay**
- Mengembangkan tampilan *overlay* solusi/jawaban wiring untuk *review mode*, agar siswa melihat panduan visual kabel mana yang kurang pas.
- [ ]**Perintah `elemes:compile_and_run` API Bridge**
- Mengkoneksikan trigger kompilasi sehingga UI utama Elemes juga bisa mem-bypass eksekusi ke dalam iFrame (saat ini *placeholder*`compile_and_run` bridge belum sepenuhnya utuh ter-wire dengan UI submit).
## ⚪ Opsional
- [x]~~**Locust Load Testing Plan**~~ → Sudah diimplementasi di `load-test/`
- [x]**Locust Hasil Analisis** — Evaluasi skenario 50 user (5 worker) selesai. *Finding*: Rata-rata respons LMS stabil di 200ms (50th percentile). Namun, kompilasi Arduino (`/velxio/api/compile/`) terdeteksi sebagai *CPU bottleneck* yang menyebabkan waktu tunggu mencapai 30 detik (95th percentile) di bawah tekanan serbuan *request* berskala ekstrem. Server/LMS dinilai layak dan responsif secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil code review terbaru yang difokuskan pada keamanan sistem dan *exposed routes* API, ditemukan beberapa celah kerentanan kritis yang perlu segera diperbaiki. Berikut adalah detail temuan dan *task* perbaikannya:
### 1. Remote Code Execution (RCE) via Endpoint `/compile`
- **Penjelasan**: Endpoint `/compile` di `elemes/routes/compile.py` menerima dan mengeksekusi kode C dan Python yang di-*submit* oleh pengguna secara langsung (via `subprocess.run`). Eksekusi ini berjalan di dalam kontainer `elemes` tanpa adanya batasan hak akses atau *sandbox* tambahan. Pengguna anonim/jahat dapat mengeksekusi *shell script* atau perintah OS (seperti `os.system("rm -rf /")`) untuk menghapus, memodifikasi, atau membaca file sensitif. Terlebih lagi, *volume*`content`, `tokens_siswa.csv`, dan `assets` di-mount dengan akses *read-write* pada konfigurasi podman/docker, sehingga token akses seluruh siswa rentan diretas atau data materi bisa terhapus.
- **Task Perbaikan**:
- [x]**Gunakan Sandbox gVisor (Compiler Worker)**: Pisahkan fungsi kompilasi ke dalam kontainer terpisah (`compiler-worker`) yang dijalankan menggunakan *runtime*`runsc` (gVisor). Backend utama akan mengirimkan kode via HTTP internal.
- [x]**Read-Only Mounts**: Ubah konfigurasi *bind mount* di `podman-compose.yml` pada direktori sensitif (`tokens_siswa.csv`, `content`, `assets`) menjadi *read-only* dengan menambahkan parameter `:ro` pada kontainer backend utama.
- [x]**Otentikasi / Wajib Login**: Lindungi *route*`/compile` dengan menambahkan pengecekan token mahasiswa agar tidak bisa diakses oleh *user* anonim di luar sistem.
- [x]**Resource Limiting**: Terapkan limit komputasi RAM dan CPU pada kontainer worker guna menghindari celah *Denial of Service* (DoS).
### 2. Information Disclosure via Endpoint `/progress-report.json`
- **Penjelasan**: Rute `/progress-report.json` dan `/progress-report/export-csv` di `elemes/routes/progress.py` dapat diakses oleh siapa saja karena tidak menerapkan validasi token atau *role checks*. Data kemajuan belajar dan nama semua siswa di dalam file CSV akan terekspos tanpa otentikasi.
- **Task Perbaikan**:
- [x]**Otentikasi Token**: Tambahkan validasi token (via `validate_token`) sebelum memberikan *response* dari kedua *route* tersebut.
### 3. Miskonfigurasi CORS Longgar (Overly Permissive)
- **Penjelasan**: Deklarasi `CORS(app)` di `elemes/app.py` mengizinkan seluruh asal domain (*all origins*) secara *default* (`*`). Mengingat sistem sudah menggunakan sesi berbasis *Cookie* (`samesite='Lax'`), ada potensi ancaman pengiriman *requests* lintas *website* dari penyerang.
- **Task Perbaikan**:
- [x]**Batasi Konfigurasi CORS**: Gunakan *environment variable*`ORIGIN` untuk menentukan domain eksplisit yang diizinkan (misal: `http://localhost:3000`).
- **Penjelasan**: Data di `tokens_siswa.csv` menyimpan token dalam format *plaintext*. Meskipun hanya file CSV lokal, bocornya satu file tersebut akan mengkompromikan semua token akses dalam sistem (terutama karena kerentanan RCE di poin 1).
- **Task Perbaikan**:
- [x]**Proteksi Token CSV**: Prioritas utama adalah menambal *vulnerability* utama (RCE via gVisor & Read-Only Mounts) agar peretas tidak bisa mengekstrak isinya.
- [ ]*(Opsional)***Hashed Tokens**: Gunakan fungsi *hashing* saat membaca/memverifikasi token.
### 5. Tidak Ada Sanitasi Input pada Parameter Path (Defense in Depth)
- **Penjelasan**: Fungsi *route*`/lesson/<filename>.json` di `elemes/routes/lessons.py` mengandalkan `<filename>` yang langsung disambungkan via `os.path.join()`. Meskipun Flask memblokir `../` (Directory Traversal konvensional), tetap berisiko jika pengguna memanipulasi *request* API secara lebih *advanced*.
- **Task Perbaikan**:
- [x]**Terapkan `secure_filename`**: Gunakan `werkzeug.utils.secure_filename(filename)` sebelum argumen `<filename>` disambung ke direktori *content*.